Teknopreneur.com-Alih teknologi itu bukan sekedar mengambil teknologi dari pihak asing tapi mempelajarinya. “Daripada Indonesia terus-terusan mengimpor, lebih baik kita melakukan alih teknologi. Namun harus ada yang dipersiapkan dalam melakukan alih teknologi seperti yang dikatakan oleh Tatang Akhmad Taufik Deputi kepala bidang pengkajian kebijakan teknologi

Menurutnya dalam konteks alih teknologi harus lima program pilar yang harus dipersiapkan melalui sistem inovasi yang terintegrasi.  Pertama, penguatan sistem inovasi daerah. Merupakan upaya untuk mendorong daerah-daerah yang mempunyai ekosistem yang kondusif bagi berkembangannya kreativitas keinovasian. Jadi dibenahi kerangka umumnya, regulasi dan  infrastruktur.

Kedua pengembangan klaster industri dengan mendorong rantai nilai dari potensi potensi terbaik setempat. Jika suatu daerah mempunya potensi maka didorong dengan klaster industri agar bisa berdaya saing.  Ketiga mengembangkan jaringan inovasi. Dengan membangun jaringan inovasi diharapkan berbagai pihak lembaga dan pusat inovasi bisa memperkuat. Sehingga bisa saling melengkapi kare- na masing-masing memiliki inovasi. 

Selanjutnya  Pengembangan teknopreneur. Teknopreneur itu berpusat pada aktor inovasi, siapa yang berperan dalam dalam berinovasi. Bagaimana mengembangkan inovasi yang berhasil di pasar. Selain mendorong kelembagaan yang disitu juga melakukan upaya-upaya pelayanan. Mendorong kelembagaannya yang disebut pusat inovasi yang bisa berbentuk inkubator yang akan mengembangkan perusa- haan baru. 

Dan terakhir, Pilar tematik yakni sebuah upaya mendorong kemampuan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan teknologi dan inova- si di bidang- bidang yang spesifik yang dinilai sesuai bagi daerah tertentu. Misal terkait  yang dengan infrastruktur. Lewat ke lIma pilar inilah upaya alih teknologi dilakukan supaya lebih terintegrasi lebih sistemik. Jadi jika kita membawa suatu teknologi baru ke suatu daerah maka bisa berjalan.