Teknopreneur.com – Snapchat seharusnya cocok untuk musik, dengan segmentasi anak muda, memiliki demografis yang up-to-date dimana label pasti akan tertarik, tidak adanya pembajakan, dan perusahaan di LA memberikan kesempatan untuk masuk kedalam industri tersebut. Perusahaan telah bereksperimen dengan mempromosikan band-band tertentu.

Dikutip dari The Verge (17/12) Evan Spiegel selaku CEO Snapchat telah mempertimbangkan banyak ide untuk mengintegrasi musik dengan Snapchat, termasuk memulai label musik dan menggunakan aplikasi tersebut untuk melakukan promosi. Namun tidak terlalu jelas bagaimana projek tersebut cocok dengan produk yang sudah ada sekarang.

Spiegel secara terbuka menceritakan tentang keuntungan dari memulai label musik, yang akan memungkinkan Snapchat untuk menangkap beberapa keuntungan finansial dari melakukan promosi. Satu hal yang masih hilang yaitu layanan musik, dimana seseorang menjual Snapchat musik yang telah dikenal. Spiegel masih agak malu untuk memulai layanan musik sendiri, oleh karena itu ia mencari partner yang bisa memainkan peran dalam mengembangkan rencana Snapchat.

Namun banyak yang menolak proposal Snapchat, seperti Vevo yang mengatakan mereka akan kehilangan banyak uang, dimana Vevo sendiri masih harus membagi keuntungan dengan artis dan label. Hasil yang didapat berujung kepada kebuntuan, tidak hanya Vevo, tapi juga industri yang besar seperti Itunes dan Google Music memiliki posisi yang sama dengan Vevo juga menolak Snapchat, tanpa adanya keuntungan margin tidak ada akomodasi untuk ambisi Snapchat tersebut.

 

Penulis: Aswin