Teknopreneur.com- Saat bencana melanda biasanya sekolah-sekolah turut luluh lantak sehingga sistem belajar terhenti.  Butuh  waktu lama untuk memperbaikinya. Untuk meminimalisir hal tersebut maka dibuatlah rumah belajar.

Rumah belajar menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh menggunakan teleconfrence. Jadi meski di tenda darurat anak-anak tetap bisa belajar.

Menurut Dr Ir Taufik Hanafi, MUP Staf Ahli Menteri Sosial Ekonomi Pendidikan ,salah satu daerah yang sudah menerapkan rumah belajar adalah Nusa Tenggara Barat. Dan saat menerapkan disana memang sedikit terkendala karena minimnya sinyal listrik dan internet. “Untungnya bisa teratasi dengan menerapkan teknologi solar cell,”katanya saat ditemui pada acara penganugerahaan piala Hasri Ainun Habibie di PP Iptek TMII.

Dan kini bukan hanya rumah belajar saja yang diterapkan di Indonesia tapi juga rumah pintar. Bedanya rumah pintar dengan rumah belajar, kalo rumah belajar hanya diperuntukan untuk anak sekolah namun rumah pintar diperuntukan pula untuk masyarakat khususnya orang tua yang dulunya tak mendapatkan fasilitas pendidikan.