Teknopreneur.com- Siapa bilang harapan akan pupus jika mata tak bisa berfungsi sebagai indra penglihatan lagi? Rasanya tak perlu gusar mengenai hal ini. Sebab, kini sudah ada inovasi khusus tuna netra bernama Blind Shoes yang dibuat oleh Naskan, pemuda lulusan AMIKOM Yogyakarta.

Bukan tanpa tujuan membuatnya, ia ingin sahabatnya yang divonis menderita glaucoma yang  harus diangkat bola matanya bisa kembali hidup normal. Meski penglihatan sudah tak bisa disembuhkan lagi.

Ternyata membuat prototype BlindShoes tak memakan waktu yang lama, hanya satu bulan. Untuk kalangan awam membuat Blind Shoes emang cukup rumit namun bagi Naskan ternyata hanya membutuhkan waktu sebulan. Yang lama justru mencari idenya, butuh waktu 4 tahun hanya untuk berpikir alat seperti apa yang harusnya ia buat, hingga akhirnya di tahun ini baru bisa mengimplimentasikannya. Karena ia memang tertarik sejak SD dengan ilmu untuk membuat inovasi ini − bidangembedded system (penanaman system computer pada sebuah chip), karena dengan ilmu tersebut kita bisa membuat system otomatis salah satunya teknologi  BlindShoes.

Blind Shoes dilengkapi oleh fitur utama berupa sensor getar yang bisa menunjukkan sejumah rintangan ketika para tuna netra tengah berada di jalan raya. Sensor tersebuat akan bergetar jika menemui sejumlah rintangan seperti, lubang kendaraan, dan penghalang yang ada di depan pengguna. Selain itu bisamendeteksi juga warna jalan raya (aspal) dan sebagai power bank. Dan ada juga fitur  Automatic Charger geek  yang bisa digunakan berjalan atau berlari

Bahan pembuatan BlindShoes adalah Sensor jarak Ultrasonik, Sensor warna, Power generator kinetic, Baterai untuk menyimpan power, Single Chip Microcomputer(sebagai control system yang ada pada BlindShoes). Untuk biaya pembuatanBlindShoes sepasang kurang lebih $125 USD (sekitar  Rp1,5jt) itu dibuat denganHandmade jika dibuat secara massal akan menjadi lebih murah lagi.  Untuk harga Jual, Nas memperikarakan seharga Rp2 juta. Karena sampai sekarang beberapa komponen masih ambil dari luar negeri.  

Tetapi saat ini masih dikembangkan untuk aplikasi pemandu yang nantinya akan diinstal pada smartphone yang saya beri nama “SmartBlind”. SmartBlind kemarin menjadi “1st Winner” pada acara Indosat Wireless Innovation Contest 2014 dalam kategori ide untuk difableBerkat invensinya yang membantu sahabatnya ini, Nas tak menyangka  mendapatkan 3 anugrah dar INAICTA ,APICTA 2014 dan ajang  IWIC 8th 2014. 

Dan ternya pendiri startup yang bernama ASWAN Tech ini bukan hanya pernah membuat Blind Shoes  namun juga untuk research seperti: Robot Pemadam api, Robot Pengintai, Tongkat untuk tuna netra, sistem statistic pengunjung perpustakaan, system monitoring pembangkit listrik tenaga surya.

Hingga kini Blind House akan terus dikembangkan dan nantinya aplikasi pemandu yang nantinya akan diinstal pada smartphone yang saya beri nama “SmartBlind”. SmartBlind kemarin menjadi “1st Winner” pada acara Indosat Wireless Innovation Contest 2014 dalam kategori ide untuk difable. (FJ)