Teknopreneur.com – Pernah mendengar kasus keracunan yang terjadi setelah mengkonsumsi kangkung yang ternyata masih ada belatung hidupnya? Ternyata kasus yang terjadi di rumah makan mewah tersebut memang kerap terjadi dan kini menjadi paranoid bagi masyarakat.

Pasalnya dulu ketakutan masyarakat hanya pada pestisida yang bisa mengakumulasi racun dan bisa dicegah dengan melihat apakah sayuran tersebut berlubang oleh serangga atau ulat. Namun ternyata teknik tradisional tersebut belum bisa diterapkan.

Karena racun cendawan mitoksin kini menjangkit serangga sehingga saat dikonsumsi secara terus lebih berbahaya dibandingkan dengan pestisida. Bisa menyebabkan kanker,kerusakan pada ginjal, dan menurunkan imunitas bahkan kematian. Dan mirisnya mikotoksin terus juga menjalar hingga telur, ayam dan hewan ternak lainnya turut. Sehingga kita harus lebih waspada jika mengkonsumsi makanan.

Namun kita tak perlu berlebihan karena Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian telah menemukan teknologi yang bisa mendeteksi racun cendawan ini, yakni Kit ELISA Alfatoksin dan Kit ELISA Fumonosin yang dihasilkan dari serum kelinci yang diimunisasi dengan AFB1-BSA. Inovasi ini bisa digunakan mendeteksi apakah terdapat kandungkan racun cendawan yang terdapat pada produk pertanian,bahan pangan, pakan serta produk ternak.