Teknopreneur.com – Perusahaan Multi Nasional di Bidang Pertanian, Cargill berencana untuk berinvestasi sekitar US$ 1 miliar di Indonesia selama 3-4 tahun ke depan, dengan fokus khusus pada sektor unggas. Selain itu, perusahaan juga akan memperluas bisnis kelapa sawit di negara-negara Asia Tenggara. Saat ini, perusahaan sudah memiliki perkebunan kelapa sawit sekitar 40.000 ha di Indonesia dan merupakan produsen utama minyak nabati.

Dikutip Reuters, Rencana investasi Cargill baru-baru ini telah dimulai dengan memberikan dana US$100 juta di pabrik pengolahan kakao di Indonesia, yang memiliki kapasitas awal 70.000 ton. Investasi ini merupakan yang pertama dilakukan Cargill di Asia, tapi hal ini sebenarnya wajar karena Indonesia merupakan produsen kakao terbesar ketiga di dunia.

Dengan dana itu, telah dibangun fasilitas pengolangan di Gresik dan menciptakan lebih dari 300 lapangan kerja baru. Pembangunan ini akan menghasilkan brand premium bubuk kakao Gerkens Cargill, yang berkualitas tinggi. Presiden Cargill di Eropa, Timur Tengah, Afrika dan Asia, Jos de Loor mengatakan bahwa pelanggan mereka mengharapkan perusahaan mereka untuk terus berinovasi dan memberikan nilai tambah pada produk.

“Kami memiliki sumber kakao di Indonesia sejak tahun 1995, dan kami berkomitmen untuk mendukung produksi pertanian yang berkelanjutan dan pasokan kakao yang bertanggung jawab di negeri ini. Kami bekerja dengan pemerintah, masyarakat dan mitra untuk membantu membangun industri kakao Indonesia hidup dengan jangka panjang di masa depan,” tambah Loor. (FJ)