Teknopreneur.com – Menurut Presiden Director Teradata, Erwin Z. Achir, di Indonesia potensinya sangat besar sekali, tapi yang paling penting adalah kesiapan SDM dan pengetahuan teknologi. “Big data bukan semata-mata diartikan sekumpulan data yang besar, tetapi sebuah data new tabs of data new tabs of analytics,”ujarnya

Namun, apakah di Indonesia analisis big data bakal banyak di implementasi? Menanggapi hal tersebut, Chief Solution Architect Teradata, Fajar Muharandy mengungkapakan,Kalau ada company yang akan memanfaatkan data, dengan perusahaan yang belum terpikirkan untuk melakukan analisis big data, itu akan terjadi GAP yang besar, sehingga perusahaan yang memanfaatkan data akan lebih advance dibanding dengan yang belum menggunakan analisis big data.

Menurutnya, Indonesia untuk saat ini ada dua industri yang sangat dekat untuk mengimplementasi ataupun sudah mengadopsi big data, yakni telekomunikasi dan perbankan. “Untuk selanjutnya, kita akan mengarahkan ke industri lainnya seperti manufaktur, dan government,”ujarnya.

Erwin pun menambahkan, “Orang yang punya NPWP ada 46 juta di Indonesia, tetapi yang baru bayar 22 juta. Jangan melihat dari totally, tapi lihat apakah yang 22 juta sudah membayar pajak dengan benar.” Kemudian ia menambahkan, dari situ akan dapat dilihat, keterbukaan data merupakan kepentingan bagi publik yang terkait dengan public services. (FJ)

Reporter: Agung