Indonesia patut berbangga, awal Desember ,  Badan PBB-UNESCO, melalui Direktur Jenderal-nya Irina Bokova secara resmi menetapkan Kota Pekalongan sebagai anggota baru Kota Kreatif Dunia, bersama dengan 29 kota lainnya dari 19 negara di 5 Benua. Benua Eropa terdiri dari 13 kota,  Benua Asia menyumbang  9 kota, Benua Amerika  dengan 5 kota, kemudian  di Benua Afrika dan Australia masing-masing terpilih 1 kota.

Terpilihnya Pekalongan sebagai anggota baru Kota Kratif Dunia menandai bahwa Indonesia menjadi satu-satu kota yang pertama di Indonesia, bahkan Asia Tenggara yang ditetapkan Unesco sebagai anggota jejaring kota kreatif.

Sebelumnya di tahun 2013 lalu, terdapat 5 Kota di Indonesia yang diajukan Kemenparenkraf ke Unesco, yaitu Bandung, Yogyakarta, Surakarta, Denpasar, dan Pekalongan. Tak disangka bahkan Pekalongan mampu menyisihkan kota Bandung dalam kesempatan ini.

Irina Bokova dalam suratnya menyatakan telah memutuskan untuk menunjuk Pekalongan sebagai anggota UNESCO Creative Cities Network, dalam kategori Kerajinan dan Kesenian Rakyat.

“Saya yakin bahwa kota Pekalongan akan memenuhi komitmen yang telah dibuat dan akan menjadi bagian aktif dalam kegiatan bersama negara lain. Saya yakin dapat mengandalkan semangat inovatif kota Pekalongan, sebagai bagian dari negara berkembang, yang harus didorong lebih lanjut.

Sebagai informasi, setelah 10 tahun (mulai 2004) secara keseluruhan UNESCO telah menetapkan 69 Kota di Dunia sebagai Jejaring Kota Kreatif UNESCO, yang terbagi dalam 7 tema atau kategori, yaitu:  Craft & Folks Art; Desain; Film; Gastronomy; Literature; Media Arts; dan Musik.