Teknopreneur.com – Menurut Analis Ekonom Energi Darmawan Prasodjo yang dilansir dari buku Pertamina Energy Outlook, dalam perubahan bauran energi, Indonesia perlu meniru strategi kebijakan energi nasional Tiongkok, yang terbukti mampu membawa kemakmuran bagi rakyatnya. Bauran energi tiongkok saat ini sudah mencapai angka 87 persen batubara. Batubara dipilih karena harganya yang sangat murah dibandingkan energi lainnya. Meski begitu, Tiongkok juga mengembangkan beberapa energi terbarukan seperti energi tenaga angin dan sel surya.

Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki perkembangan ekonomi yang cukup pesat, maka sudah dipastikan negeri ini membutuhkan keamanan dari sisi penyediaan energi. Berdasarkan data dari Dewan Energi Nasional (DEN) memperkirakan kebutuhan energi di masa mendatang diperkirakan akan mencapai sekitar 400 juta ton setara minyak. Dari hasil itu, tentu saja pemanfaatan energi primer per kapita sebesar 1,4 ton setara minyak pada tahun 2025.

Dalam bauran energi Indonesia, memang dominasi minyak bumi sebagai sumber energi mencapai 49 persen. Dalam jangka panjang hal ini sangat membahayakan ketahanan energi nasional. Tentu saja hal ini karena selain cadangan minyak bumi semakin menurun. Kejadian ini berimbas kepada CO2 yang dihasilkan bumi relatif tinggi, yang kemudian berkontribusi terhadap perubahan iklim. Iklim berubah, maka adanya bauran energi mutlak diperlukan.