Teknopreneur.com – Perusahaan yang mengembangkan proyek pembangkit listrik tenaga air (hydro power)dan irigasi di Queensland Utara telah membuat para petani sekitar kecewa, karena telah membiarkan proyek tersebut terbengkalai begitu saja. Meridian Energy Australia yang memegang proyek tersebut sejak tahun 2013, kini tidak lagi melanjutkan proyek tersebut sehingga memberikan ketidakpastian akan target energi terbarukan di daerah itu.

Hal tersebut, seperti yang dilansir dari Rural News, Senin (15/12). Walikota Charters Towers –Australia – Frank Beveridge mengatakan proyek yang putus tersebut, membuat para petani lokal kecewa, karena telah memutuskan harapan akan supply energi yang lebih murah.

“Saya pikir itu karena takut, harga listrik yang ditawarkan untuk irigasi di utara Queensland terlalu tinggi, apakah itu untuk seorang petani tebu, peternak ataupun usaha kecil,” katanya. Dirinya pun menuturkan, hal itulah yang membuat perbedaan dengan petani yang berada di kawasan selatan dan timur Australia.

Kemudian ia menambahkan, harga listrik yang tinggi merupakan tantangan bagi semua orang di Queensland Utara, khususnya para petani.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Dewan Beveridge mengatakan,“Ada banyak masalah dengan target energi terbarukan, jelas kelompok ini bergantung pada kepastian harga listrik,”ujarnya.

Lebih lanjut ia menyatakan, untuk saat ini banyak petani di Queensland yang menunggu kepastian proyek tersebut, sehingga butuh waktu untuk memperoleh dana investasi  yang besar dalam proyek Irigasi di sugai Burdekin tersebut. “Namun, saya yakin proyek energi terbarukan untuk irigasi itu masih akan berjalan nantinya, jika melihat permintaan dan harga pasokan listrik yang sesuai dengan finansial para petani di daerah tersebut,”ucapnya.