Teknopreneur.com – Merek Samsung memang kini telah menjelma sebagai brand yang mendunia. Bukan tanpa alasan Samsung bisa menjadi terdepan di dunia. Ya, ini berkat inovasi yang terus digenjot hingga hari ini. Namun, pada dua puluh tahun yang lalu, hanya segelintir orang yang bisa memperkirakan bahwa Samsung dapat mengubah dirinya dari manufaktur original equipment berbiaya rendah menjadi pemimpin dunia dalam bidang R&D, pemasaran, dan desain dengan merek yang lebih berharga.

Hal ini jelas terbukti dari laporan BoozCo tahun 2012 yang dilansir dari buku Inovasi di Indonesia (sebuah Catatan Awal), peringkat Samsung sebagai The Most Innovative Companies terus menanjak dari peringkat 9 di tahun 2010 ke peringkat ke 7 di tahun 2011 dan peringkat ke 4 di tahun 2012. Sementara, peringkat 1, 2, dan 3 konsisten diduduki oleh Apple, Google, dan 3 M selama tiga tahun berturut-turut.

Berdasarkan studi dari lembaga NESTA di Inggris memaparkan hasil temuannya bahwa jika perusahaan sering melakukan inovasi, maka pertumbuhan penjualannya akan dua kali lipat dibandingkan perusahaan yang tidak berinovasi. Perusahaan-perusahaan seperti 3M, Samsung, dan Toyota tak berhenti berinovasi setelah meluncurkan suatu produk baru, namun sebaliknya melahirkan inovasi-inovasi yang handal.