Teknopreneur.com – Proyek PLTU Batang Jawa Tengah yang dulunya ditangani oleh investor asal Jepang dibawah bendera PT Bhimasena Power Indonesia (Grup Adaro Energy) Kini telah beralih ke tangan PLN. Yang jadi pertanyaan adalah berapa dana investasi yang dibutuhkan untuk menyelsaikan proyek PLTU tersebut?

Menanggapi hal itu, Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), Nur Pamudji menyatakan, rampungya proyek yang membutuhkan investasi sekitar US$3 miliar atau setara dengan Rp38 triliun itu, terhambat pembebasan 13% lahan dari total 226 hektare area PLTU.

Lebih lanjut ia pun menuturkan,“Setelah diambil alih oleh PLN (Persero), pembebasan lahan proyek  PLTU berkapasitas 2 x 1.000 MW di Batang, Jawa Tengah diperkirakan akan selesai dalam waktu enam bulan.”

Ia pun menegaskan, pengambilalihan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) itu akan berlansung mulai 1 Januari 2015. “Jadi, per 1 Januari 2015, pokoknya itu penugasan dari pemerintah supaya lebih lancar,”ujarnya.

Dirinya pun mengatakan, Pembebasan lahan yang terlambat menyebabkan penutupan dana pengembangan proyek tersebut diperpanjang hingga Oktober 2015. Kemudian, berkaitan dengan mega proyek 35.000 Mega Watt, PLN menyanggupi untuk mengerjakan proyek 15ribu Mega Watt atau sekitar 42%.