Teknopreneur.com- Pernahkah kalian mendapat peluang diskon dari sebuah perusahaan e-commerce, tiba-tiba ternyata size Anda tak tersedia? Utami Rahayu dari PT SAS Institute pernah merasakannya. Dan ia kecewa, baju yang ia inginkan ternyata tak ada ukurannya.

“Pernahkah sebuah perusahaan melakukan experience analytics kepada konsumen?” tanyanya dalam sebuah forum e-Commerce.

Utami mengatakan bahwa seringkali perusahaan e-Commerce melewatkan hal sepenting ini. Akhirnya membuat konsumen kecewa, dan bukan tidak mungkin membuat konsumen tak berminat lagi membeli barang dari situs tersebut. Ini tentu akan merugikan perusahaan e-Commerce.

Utami menerangkan seharusnya sebuah perusahaan e-Commerce melakukan experience behavior para konsumennya. Barang apa yang biasa mereka beli, promosi apa yang cocok untuk mereka dengan segala perbedaan masing-masing konsumen.

Utami mencontohkan, seorang ibu rumah tangga yang juga wanita karir, pernah membeli alat masak bersamaan dengan membeli alat make up. Berapa lama ia melihat situs web e-Commerce, jadikah ia bertransaksi. Perilaku seperti ini nyatanya amat penting untuk di analisis oleh perusahaan e-Commerce.

Dengan analitycs, sebuah perusahaan e-Commerce bisa mengetahui jenis promosi apa yang paling tepat untuk orang tersebut.

“Mereka harus jeli melihat segmentasi konsumen,” ujar Utami