Teknopreneur.com – Direktur Utama PT Aora TV, Guntur S Siboro mengatakan, “Belajar dari OTT Global,tentu industri kreatif kita berbeda dengan yang ada diluar. Ini masalahnya di pendidikan kita belum terlalu siap untuk industri kreatif digital.”

Hal tersebut seperti yang diungkapkannya dalam acara yang bertemakan, Menyonsong Era Baru Industri ICT Indonesia Bersama Kabinet Kerja, Kamis (11/12). Ia pun menuturkan, untuk mengurangi pemborosan bandwidth, sebaiknya produk tim activities paketnya dimurahin atau kasih unlimited. “Tapi yang untuk sosial media paketnya dimahalin,”tambahnya.

Hasnul suhaimi, mengatakan kenapa para pemain OTT yang global atau lokal bisa bebas pakai jaringan telekomunikasi. “Tapi ketika kami pasang iklan di portal mereka, mereka marah,”ujarnya.

Kemudian ia menambahkan, Jadi sebaiknya dibuat undang-undang yang mengatur model bisnis OTT di Indonesia. Menanggapi hal itu, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengatakan,”itu bagian BRTI, mereka yang urus itu.”

Kemudian dirinya pun mengungkapkan, kita sih sebagai regulator gampang aja. “Kalau gak mau rugi ya tutup aja,”katanya.

 

Reporter: Agung