Teknopreneur.com – Beberapa waktu yang lalu, tentunya kita sudah mendengar betapa hebatnya hacker mengacak-acak perusahaan film Hollywood terbesar di dunia yakni Sony Pictures. Dugaan pada waktu itu adalah Korea Utara yang menyebabkan semua perangkat komputer milik mereka berbahaya. Meski begitu, entah seperti yang dikutip dari Reuters, pejabat tinggi FBI mengatakan tak menemukan indikasi kuat bahwa Korea Utara berada di belakang itu.

“Tidak ada atribusi ke Korea Utara pada saat ini,” kata Joe Demarest, asisten direktur dengan Federal Bureau of Investigation divisi cyber.

Pernyataan secara terbuka oleh Demarest merupakan pernyataan publik pertama dari seorang pejabat senior FBI tentang penyelidikan atas serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah Amerika Serikat. Di sisi lain, dugaan tudingan di belakang tindakan ini menurut Peneliti Cybersecurity secara indikator teknis menunjukkan hacker Korea Utara meluncurkan serangan. Tudingan itu, jelas dibantah oleh seorang diplomat Korea Utara

Hacker mencuri sejumlah besar data, kemudian menggunakan perangkat lunak berbahaya untuk menghapus data pada komputer sehingga mematikan banyak jaringan unit Sony Corp selama lebih dari sepekan.