Teknopreneur.com – Pernah makan makanan yang kemasannya bisa dimakan? Atau minum minuman berkaleng? Praktis bukan? Sadarkah Anda jika selama ini teknologi untuk mengawetkannya  ukurannya seperti sehelai rambut yang dibelah lima ribu kali. Teknologi tersebut bernama nanofood.  

Nanoteknologi bidang pangan atau nanofood mempunyai prospek yang menjanjikan. Dari tahun ke tahun pertumbuhannya meningkat di dunia. Pada tahun 2004 pendapatan industri yang menggunakan nanofood adalah 2,6 milyar dolar pertahun, tahun 2006 mencapai 7 milyar dolar pertahun dan terakhir di tahun 2010 mencapai 20,4 milyar dolar pertahun.

Menurut Dr Atih Surjati Herman Ilmuwan Nanoteknologi, aplikasi nanofood bisa digunakan dari hulu ke hilir. Dari pemrosesan makanan, produk makanan (pangan fungsional),food monitoring, hingga kemasan makanan dan Pertanian (nano-farm, pupuk, pestisida). Nanofood diaplikasikan bertujuan untuk mempertahankan keawetan makanan juga meningkatkan kualitas makanan.

Karena makanan merupakan komoditas yang tidak tahan lama dan mudah rusak. Untuk mempertahankan kualitasnya tentunya membutuhkan pengawet. Namun pengawet yang selama ini marak digunakan masyarakat justru menggunakan bahan yang berbahaya. Teknologi nano memberikan inovasi baru untuk mengawetkan makanan tersebut tanpa mengandung zat yang berbahaya.

Selain makanan, minuman kaleng yang selama ini ada dipasaran pun menggunakan teknologi nano−nanopartikel silver yang terdapat plastik. Nanopartikel tersebut bisa membunuh bakteri yang hidup di makanan yang tersimpan dalam kaleng. Makanya rasa pada minuman kaleng tidak berubah meski tersimpan bertahun-tahun. 

Sedangkan untuk mengawetkan makanan  nano partikel silikat ini bisa mencegah perpindahan gas seperti oksigen dan uap air ke dalam kemasan makanan. Sehingga basi pada makanan bisa dicegah. Selain nano partikel silikat untuk mengemas makanan juga bisa menggunakan nanopartikel zinc oksida pada plastik. Partikel nano tersebut mampu menghalangi masuknya sinar ultra violet sehingga bisa melindungi makanan dari bakteri dan meningkatkan stabilitas plastik film yang digunakan.