Teknopreneur.com – Perusahaan aplikasi mobile China, Momo Inc, yang dibantu Alibaba Group Holding Ltd, berencana melawan tuduhan pelanggaran dan tindak korupsi yang dilakukan oleh mantan Bosnya. Dalam sebuah pengajuan ke US Securities and Exchange Commission, perusahaan aplikasi chatting itu pun menyatakan, “Tuduhan terhadap mantan CEO atau co-founder –­Tang Yan—bisa berdampak buruk pada biaya operasional dan juga citra merek.”

Hal tersebut seperti yang dikutip dari laman Reuters, Kamis (11/12). Perusahaan berharap dapat memperoleh dana sebesar US$232 miliar, setelah menjual American Depositary Shares dalam penawaran Initial Public Offering (IPO).

Perusahaan mengatakan,“Mr Tang telah memberitahukan kepada kami bahwa ia percaya apa yang kami lakukan adalah untuk membela dirinya atas tuduhan tersebut.” Momo pun mengungkapkan, Tang telah menerima surat hukum dari Wangzhiyi Information Technology Co (Beijing), merupakan perusahaan yang diafiliasi oleh NetEase dan menuduhnya melanggar ketentuan ketenagakerjaan dan melanggar perjanjian kompetisi.

Tang Yan, memperkenalkan Momo pada bulan Juli 2011, itu pun ketika ia masih bekerja untuk perusahaan tersebut. Sebagai Informasi, Momo merupakan platform sosial media terbesar ketiga di China, yang menyediakan layanan gaya hidup kepada para pelanggannya. (FJ)