Teknopreneur.com– Melihat kondisi iptek nasional yang tak telihat berkembang menjadi pukulan berat bagi Muhammad Nasir, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti). Tugas berat menantinya untuk memajukan Iptek ke depan. Lalu bagaimana cara Nasir menaikian anggaran dana riset 0,09% menjadi 0,5% dari PDB di periode 2015-2016?

Nasir menerangkan dalam waktu dekat ia akan mengadakan pertemuan dengan Menteri BUMN dan Menteri keuangan untuk membicarakan sebuah regulasi bersama, khususnya untuk mengatur bentuk CSR selanjutnya.

Ia berjanji dengan pertemuan itu, akan mendorong anggaran riset di Indonesia bisa naik sehingga dapat meningkatkan output riset yang akan dimanfaatkan masyarakat. Ia juga menambahkan akan mendorong pihak swasta baik di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun Departemen Koordinasi Penanaman Modal (DKPM) agar bisa terlibat memfungsikan Corporate Social Responsibility (CSR) lebih dekat dengan riset.

“Selama ini CSR yang dilakukan langsung ke masyarakat dengan memberikan fresh money. Ke depan harus lebih berkonribusi ke riset, agar manfaatnya kembali ke masyarakat. Kita akan lakukan mapping,” terangnya.

Melalui cara ini menurut Nasir hasil riset yang kembali ke masyarakat akan meningkatkan produktivitas meningkat, juga menaikan jumlah lapangan kerja.

 

Foto: newleaf-ilc.com