Teknopreneur.com – Tren bisnis yang berkembang saat ini, mulai dari big data, Cloud sampai Mobility menjadikan tantangan baru untuk proteksi data di Indonesia. Menurut data EMC Data Protection Index, 30% perusahaan di Indonesia masih kurang perencanaan dalam hal pemulihan data untuk ketiga lingkungan tersebut.

Melihat data tersebut, Country Manager EMC, Adi Rusli menyatakan,“Memang beban terberat untuk pemulihan data, terletak pada big data, cloud, dan mobile. Dari situ, justru kami melihat sebuah tantangan untuk kita cari solusinya.”

Ia pun mengungkapkan, data yang diperoleh dari survei EMC Data Protection Index, menunjukkan 60% menilai big data, mobile, dan hybrid cloud masih sangat sulit untuk dilindungi. “Hal itu dikarenakan, data tersebut sangatlah luas mengingat data ketiganya itu kebanyakan berada di sosial media dan aplikasi mobile,”ujarnya.

Kemudian ia menambahkan, dengan 24% seluruh data penting tersimpan di beberapa storage cloud yang berpotensi menyebabkan kehilangan data yang besar. Lebih lanjut ia menerangkan,“Untuk menjawab tantangan tersebut para perusahaan harus mengikuti perkembangan dan berpikir strategis mengenai proteksi data, sehingga dapat mempersiapkan diri lebih baik dalam menghadapi insiden yang tidak direncanakan, yang mungkin bisa memakan biaya sebagai akibat dari downtime dan data hilang.”