Teknopreneur.com – Kalian setuju bahwa dunia tak lagi bulat dengan adanya era digital? Dunia kini memang telah menjadi datar, seperti yang diungkapkan Hengki Prihatna, Head of Travel Google Indonesia. Ia mengatakan dengan era digital ini potensi industri e-Commerce Indonesia sama, dengan di negara lainnya dengan adanya kemudahan akses internet.

Saat ini Hengki menjelaskan di Indonesia 61% masyarakatnya mengakses internet setiap hari, padahal dulu di tahun 2011 hanya 32% masyarakat yang mengakses internet. Hal ini merupakan peluang di pasar e-Commerce Indonesia.

Dan untuk membantu industri e-Commerce dunia termasuk Indonesia di dalamnya Hengki membocorkan ada 6 alat dari Google yang akan membantu memajukan industri ini. Apa saja ke enam alat itu?

1. Global Market Finder

Google Global Market Finder adalah alat yang akan membantu pengguna memberikan gambaran yang jelas tentang sebuah keyword di negara tertentu. Alat ini dapat membantu para pemain di industri e-Commerce untuk meriset hal apa yang sedang populer di suatu negara, juga informasi mengenai barang apa yang cocok kita jual di negara tersebut.

Global Market Finder memberikan detail kompetisi berkaitan dengan keyword tertentu tiap bualan, jumlah pencarian keyword-keyword lain yang berhubungan, juga bisa memberikan filter pada ‘jangakauan pasar’ berdasarkan benua dan kawasan negara tertentu seperti Asia, Afrika, Amerika, Eropa dan sebagainya.

2. Google Trends

Google Trends adalah fasilitas yang dimiliki oleh Google mengenai topik, konten dan pencarian yang sedang tren di internet. Google Trends menunjukkan apa yang paling sering dicari oleh pengguna internet di dunia dan menjadi sumber terpercaya mengenai informasi tersebut.

Fungsi Google Trends ini bisa dimanfaatkan untuk mencari trafik yang ter- up to date yang bisa digunakan oleh pemain e-commerce mengenai selera konsumen saat ini. Tentang hal apa yang sedang menarik minat masyarakat saat ini dari data perilaku pengakses.

3.  Consumer Behavior

Consumer Behavior adalah alat untuk membantu pengguna memahami bagaimana orang menggunakan internet di seluruh dunia. Dengan alat ini pemain e-Commerce dapat mengeksplore temuan keyword dari hasil Google, melalui grafik yang telah disediakan, dan menganilisis data tersebut untuk rencana pemasaran produk selanjutnya.

4. “Our Mobile Planet” Data

Alat dari Google ini menyediakan analisis lebih jauh tentang apa yang banyak dicari konsumen tentang video apa yang paling banyak dicari, bagaimana perilaku sosialnya, serta penelitian niat daya beli konsumen.

Tentu saja alat ini sangat menarik bagi pemain di industri e-Commerce karena mereka dapat memilih untuk menyaring data dari 30 negara yang berbeda di seluruh dunia. Pengguna juga dapat menambahkan filter lain untuk grafik seperti usia, jenis kelamin dan penggunaan internet mobile, serta dapat mengekspor grafik menjadi JPG, file CSV atau XLS.

Dengan alat ini pengguna bisa mendapatkan informasi yang sederhana seperti penetrasi smartphone di negara tertentu untuk analisis yang lebih mendalam seperti berapa banyak konsumen di negara itu, juga informasi tentang berapa banyak yang mengunjungi toko setelah melakukan pencarian pada smartphone mereka.

5. Google Translator Toolkit

Alat yang satu ini sangat penting digunakan oleh para pemain e-Commerce untuk mengatasi permasalahan bahasa. Apalagi jika ada banyak pemesanan datang dari berbagai negara, yang mengaharuskan sang pemilik usaha menerjemahkannya satu-satu email pelanggan. Menyewa jasa translator tentu membutuhkan banyak biaya bukan? Ya, alat ini bisa menjadi solusi dalam masalah bahasa.

 Google Translator Toolkit ini merupakan sebuah aplikasi web yang dirancang untuk memungkinkan penerjemah untuk mengedit kembali hasil  terjemahan yang telah dilakukan oleh Google Translate. Lewat Google Translator Toolkit, pengguna dapat meng-upload dan menerjemahkan dokumen Microsoft Word, OpenOffice.org, RTF, HTML, teks, dan juga artikel Wikipedia.

6. Google Analytics

Alat terakhir yang dimiliki Google adalah Google Analytics yang merupakan layanan untuk menampilkan statistik pengunjung sebuah situs web. Dimana pengguna dapat menelusuri data  pengunjung berdasarkan informasi halaman pengacu, termasuk mesin pencari, iklan, jaringan pay-per-click, email marketing, dan juga tautan yang terkandung dalam dokumen PDF.

Dengan Google Analytics, pengguna dapat mengetahui iklan dan kata kunci apa yang paling banyak merujuk ke situs web tersebut dan membuat report tentang trafik website/blog dalam jangka waktu harian, mingguan, atau bahkan bulanan.

Dan kabar baiknya, keenam alat teesebut dapat diakses secara gratis oleh semua orang termasuk para pelaku di industri e-Commerce tentunya.