Teknopreneur.com – Institut Pertanian Bogor (IPB) ternyata bukan hanya tempatnya para ahli pertanian namun juga tempat lahirnya inovasi-inovasi baru. Wajar jika IPB dinobatkan sebagai kampus terinovasi. Karena 38% inovasi indonesia berasal dari IPB yakni 234 inovasi dari 615 Inovasi Indonesia.

Dikutip dari Majalah Teknopreneur, Menurut Riset dan Kajian Strategis IPB, Prof. Dr. Iskandar Z Siregar, inovasi yang dihasilkan IPB bukan hanya sekedar penelitian namun juga penelitian yang berdampak pada lingkungan dan berguna bagi kepentingan ekonomi dan sosial.

Di bidang ekonomi misalnya bagaimana penelitian yang kami lakukan bisa membawa keuntungan.  Begitu juga dengan bidang sosial bagaimana caranya agar penelitian yang dilakukan IPB bisa bermanfaat bagi masyarakat. Maka IPB membaginya menjadi lima bagian yaitu pangan, energi, lingkungan, kemiskinan dan biomedis.

Namun sayang tak semua hasil penelitian IPB diminati oleh industri, tak sedikit yang hanya dalam bentuk skripsi atau jurnal ilmiah saja. Misalnya saja mahasiswa yang penelitian di skripsinya bagus namun dia sudah menghilang tanpa jejak.

Atau dosen yang memang hobi meneliti namun ia tak punya skill dalam memasarkan bisnisnya. Bahkan ada yang menyerah sangking tak bisa memasarkan inovasinya. Itulah kelemahan dari para peneliti di Indonesia yang hobi meneliti tapi belum bisa berkerjasama dengan industri.

Untuk mengantisipasi, Direktur Pengembangan Bisnis IPB, Dr. Ir. Agus Oman Sudrajat mulai melakukan inkubasi. novasi-inovasi hasil penelitian para dosen dan mahasiswa tersebut  diseleksi yang kira-kira potensial maka akan dikembangkan. Melalui proses seleksi, inkubasi kemudian akan dipertemukan dengan industri. Selain itu inovasi mereka juga akan dipamerkan di galeri inovasi IPB  sehingga lebih berpotensi untuk dilirik industri.