Teknopreneur.com – Archana Vidyasekar seorang Team lead dan Senior Analyst, selaku visionary research group dari Frost & Sullivan Analysis dalam presentasinya menjelaskan industri yang sedang muncul dewasa ini telah meninggalkan industri yang konvensional. Salah satu contohnya ialah B2b online ritel yang membeli platform seperti Amazon dan Alibaba memberi dampak tersingkirnya agensi makelar dan perantara yang biasanya penghubung antara pembeli dan penjual dengan meminta harga cukup mahal, atau Big Data yang prihatin terhadap hak cipta para penulis lagu, dimana lagu yang mereka buat dipakai dalam berbagai format seperti televisi atau acara publik, namun ketika mereka melakukan negosiasi untuk royalti hanya berujung kegagalan dan kehilangan kuasa penuh pada hasil karya mereka. Oleh karena itu Big data akan melakukan tracking untuk melindungi hak cipta bagi pemiliknya dengan menggunakan satelit yang disebarkan di seluruh dunia. Contoh lain adalah 3D Printing dimana produk akhir dicetak menjadi 3D shape secara langsung menggunakan 3D printer.

Selain 3D Printing, B2B, dan Big data ada sepuluh industri lain yang berdampak di bisnis masa depan yaitu Alternative Energy, Cloud Computing, Connected Living, Cyber Security, Mobile Robot, Urban Logistic, dan Waste to Energy. Dari kesepuluh industri berdasarkan ranking parameter B2B ritel berada pada peringkat pertama sebagai industri yang paling inovatif, memiliki tingkat resiko paling rendah dengan ketertarikan pasar tinggi, level gangguan medium, tingkat kepastian medium, dan kadar inovasi medium, sedangkan yang jatuh pada peringkat terendah adalah  Alternative Energy dengan ketertarikan pasar rendah, level gangguan rendah, tingkat kepastian medium, dan kadar inovasi medium.

Bicara soal sepuluh industri masa depan ini bagaimana dengan industri di Indonesia, di Indonesia sendiri sebagian perusahaan sudah termasuk dalam sepuluh industri ini, berikut adalah contoh perusahaan-perusahaan di Indonesia yang sudah menjadi bagian dari sepuluh industry masa depan. B2B Online ritel Indonesia yaitu Global Business Guide Indonesia, Indonesia Yellow-Pages.net, Indonesia-export.com, dan Indonesiafurniture.com. Big Data Analytics, contoh perusahaan dibidang industri ini seperti HP dan IBM Indonesia. Contoh perusahaan industri Cloud Computing Indonesia yaitu Bata, Jamsostek, GarudaFood, dan Mandiri Sekuritas. Contoh perusahaan Cyber Security Indonesia adalah KOICA dan PMC. Namun Mobile robots masih dalam perkembangan di Indonesia sehingga belum ada perusahaan di industri ini. Big Data Analytics, B2B Online, dan Cloud Computing merupakan industri yang memiliki dampak besar dalam waktu dekat, sedangkan Mobile Robots dan Cyber Security kedua industri ini memiliki dampak besar dalam waktu yang cukup lama.

Berikutnya industri Connected Living, contoh perusahaan Indonesia di Industri ini seperti Alfamart Alfa Group Industry. Kemudian ada industri Urban Logistics, contoh perusahaan Indonesia yang berkecimpung pada industri Urban Logistics adalah Masyarakat Logistik Indonesia (MLI), dan Transport Supply Chain & Logistics. Waste to Energy, contoh perusahaan Waste to Energy adalah WtE Indonesia. 3D Printing, contoh perusahaan 3D Printing di Indonesia adalah 3D Solutions Indonesia. Terakhir Alternative Energy, contoh perusahaan Alternative Energy di Indonesia yaitu PT. Energi Alternatif Indonesia, Biogas Naturdigester, dan PT. Soka Energy Indonesia.

Dalam presentasi yang dipaparkan bisa ditarik kesimpulan akhir yaitu investasi senilai $350 miliar menciptakan keseimbangan, diperkirakan pengeluaran kedepan untuk teknologi baru, produksi dan otomatisasi berkurang sebesar 70%, dan regenerasi kepegawaian di masa depan yang meningkat diperkirakan sebesar 25 Juta. Ada empat cara untuk tercapai dan terciptanya nilai pada industri yaitu jenis layanan baru dimana saja dan kapan saja, dengan menawarkan berbagai jenis layanan dari menggantikan produk fisik akan belanja modal yang besar dan investasi dengan sistem operasi dan struktur biaya pengeluaran yang lebih baik. Memanfaatkan sosial media menjadi alat penting sebagaimana mereka mampu menghubungkan antar perusahaan, pemasok, dan pelanggan seperti tidak pernah sebelumnya. Dibutuhkannya integrasi, kebutuhan mendesak untuk konsolidasi dengan membangun kemitraan yang efektif melalui pengintegrasian dan meningkatkan berbagai layanan piranti lunak dengan memberikan layanan yang baru dengan biaya lebih rendah. Dan skill set terbaru, industri baru memiliki permintaan akan skill set terbaru untuk pembangunan dan pemeliharaan, contoh merubah landscape teknologi cloud computing akan memerlukan seperti bisnis arsitektur yang membutuhkan seorang analis, kemampuan integrasi data, ketrampilan membangun mobile app,dsb untuk mengelola masa depan lingkungan Cloud.

 

 

Penulis: Aswin