Teknopreneur.com – Menurut survei yang diprakarsai oleh Indonesia E-Commerce Association (idEA), Google Indonesia, dan Taylor Nelson Sofres (TNS), pertumbuhan e-commerce di Indonesia sangatlah pesat yang dibarengi dengan meningkatnya aktivitas transaksi online di kalangan masyarakat. Pada tahun 2013 lalu nilai pasar e-commerce Indonesia mencapai Rp94,5 triliun, dan diprediksikan pada tahun 2016 nanti pasarnya akan meningkat hingga 3 kali lipat menjadi Rp295 triliun. 

Menanggapi hal itu, Pre-Sales Manager SAS Indonesia, Hendrayana Kartiman menyatakan,“Konsumen saat ini tertarik dengan pelayanan yang cepat dan efisien, mereka menginginkan semua informasi tersedia saat mereka menjelajahi situs belanja online, yang berguna untuk meyakinkan mereka dalam pengambilan keputusan pembelian.” Ia pun menyatakan, Untuk menjangkau konsumen tersebut, perlu strategi khusus yakni pesan yang telah di personalisasi, melibatkan konsumen dalam dialog interaktif yang berguna untuk membangun kepercayaan dan loyalitas.

Lebih lanjut, ia memberikan pemahaman lebih mendalam kepada para pemain e-commerce Indonesia, agar dapat bersaing di pasar internasional. Para pemain e-commerce, harusnya dapat memahami apa yang menjadi kebutuhan konsumen, juga disertai dengan penawaran yang tepat.

“Kemudian, bagaimana seharusnya pemain e-commerce dapat mengintegrasikan data konsumen, baik itu data offline maupun online. Selanjutnya, harus memahami perilaku konsumen saat mengunjungi situs dan menerjemahkannya untuk pengembangan situs yang lebih personal,”katanya.

Ia pun menambahkan, perlu adanya pola analitik dalam melakukan multichannel campaign, sehingga dapat ditemukan cara komunikasi yang tepat dan lebih personal untuk memberikan pengalaman baru bagi konsumen saat berbelanja online. “Hal-hal itulah, yang mesti dilakukan untuk menciptakan sebuah strategi yang lebih relevan, dengan target yang tepat sasaran melalui komunikasi yang sifatnya lebih personal,”ujarnya.