Teknopreneur.com– 45 tahun menggeluti bisnis musik membuat Indrawati Widjaja, Direktur A&R Musica Studio’s mengerti betul bahwa zaman telah berubah ke era digital. Indrawati, atau yang lebih akrab disapa dengan panggilan Bu Acin mengatakan ke depan tak dapat dihindari memang akan mengarah ke musik digital.

“Sekarang pun sudah di mulai. Kita juga akan membuatkan karya digital untuk Go!Go!Jill (juara ajang Guinness Amplify) single dalam bentuk digital,” terang Indrawati.

Musik digital memang bisa menjadi salah satu solusi dalam masalah pembajakan di dunia, tapi di Indonesia, Indrawati sebenarnya tak terlalu yakin. Meski undang-undang hak cipta baru saja di sahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat September lalu.

“Tergantung penegakan undang-undang dari pemerintah,” ucapnya.

Perlu diketahui menurut Gita Wirjawan, yang pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan kepada Kompas.com bahwa potensi kerugian industri musik Indonesia akibat pembajakan mencapai RP.4,5 triliun per tahun. Padahal, jika nilai konsumsi musik per orang sebesar RP.20.000 per tahun, nilai potensi konsumsi musik bisa mencapai Rp.5 triliun per tahun. Namun, yang bisa dinikmati oleh para musisi tersebut hanyalah 10% saja.