Teknopreneur.com – Sekelompok ilmuwan di India telah mengembangkan cara mendaur ulang lithium-ion baterai laptop yang dibuang menjadi sumber daya lampu dan listrik yang mudah diisi ulang. Peneliti di Bangalore mengembangkan suatu alat prototype yang bisa digunakan untuk menyediakan beberapa jam cahaya listrik untuk orang-orang yang tidak mendapatkan akses jaringan listrik.

Prototype ini dipanggil Urjar, berasal dari kata Hindi “urja” yang memiliki arti energi dan kotak (jar). Dilansir dari popsci (6/12) Urjar ini memiliki komponen baterai yang bisa diisi ulang dari bagian-bagian baterai laptop yang sudah dibuang. Alat ini mampu memberikan daya kepada lampu LED, handphone, dan table fan.

Peneliti memperkirakan bahwa setiap Urjar bisa menghasilkan sekitar 600 rupee, atau sekitar 10 U.S. dolar. Para peneliti telah mengujicoba prototype tersebut kepada lima pengguna di pendesaan miskin India, empat orang pengguna menggunakan alat ini di pinggir jalan kecil dimana mereka bekerja. Para pengguna mengatakan bahwa mereka bersedia membayar 1000 rupee (16 US$) untuk produk ini. Tetapi Tech Review melaporkan IBM tidak berencana menjadikan teknologi ini sebagai bisnis. Dan sebaliknya akan membuat cetak biru Urjar tersedia secara gratis bagi negara-negara berkembang.

 

 

Penulis: Aswin