Teknopreneur.com – Hadir sejak tahun 2012 di Indonesia, Rittal menguasai pangsa pasar sebesar 10%-15%. Pertumbuhan Rittal Indonesia pada Oktober lalu mencapai 71%. Di akhir 2014 nanti, Rittal Indonesia optimistis mendongkrak pangsa pasar sampai 20% di akhir tahun ini.

Secara global, Rittal sudah hadir di 65 negara dengan fokus yang berbeda di masing-masing negara. Menurut Erick Hadi, Country Manager Rittal Indonesia, Rittal di Indonesia berfokus pada pengembangan bisnis skala UKM.

“Fokus kami pada UKM yang nilai bisnisnya berkisar antara US$ 10.000-US$ 300.000. Di Indonesia, ada banyak startup yang mulai membutuhkan data center yang baik,” ujar Erick.

Untuk menggarap pasar tersebut, Rittal menerapkan strategi kolaborasi. Meski seluruh komponennya masih dimpor dari luar, Rittal menggandeng beberapa mitra servis untuk perakitan produk Rittal di Indonesia. Erick menilai kolaborasi ini dengan banyak pihak ini akan mendatangkan lebih banyak konsumen bagi Rittal.

“Kami tidak mau hadir ke Indonesia secara langsung dengan membawa produk kami. Nantinya, mitra yang sudah ada bisa menganggap hal tersebut sebagai kompetisi. Jadi, kami lebih senang berkolaborasi daripada berkompetisi,” ujar Erick.

Salahsatu langkah menggapai pasar UKM di Indonesia, Rittal berstrategi mengeluarkan katalog baru edisi 34 berbahasa Indonesia. Besarnya pasar di Indonesia itulah yang mendorong Rittal membuat katalog edisi bahasa Indonesia, setelah sebelumnya katalog Rittal hadir dalam tiga bahasa, yaitu Inggris, Jerman, dan Tiongkok.