Teknopreneur.com – Medan sebentar lagi akan menikmati layanan Long Term Evolution (4G-LTE) yang dikomersialkan oleh PT First Media Tbk sekitar bulan Februari tahun depan. Untuk itu,  perseroan mengatakan siap membangun 472 stasiun pemancar (BTS). Hal itu dikatakan oleh Direktur First Media Dicky Moechtar.

Dirinya juga beralasan masuknya internet cepat di kota Medan, lantaran potensinya sungguh menggiurkan. Maka itu, First Media pun segera berinvestasi di wilayah ini. “Investasi kami untuk infrastruktur di sini mencapai US$ 25 juta,” ujarnya.

Masuknya perseroan ke Medan, telah memiliki surat Uji Lain Operasi (ULO) untuk komersilkan 4G-LTE pada frekuensi 2,3 GigaHertz (GHz) di kota Medan.

“ULO sudah keluar, kami harapkan bisa komersialisasi pada Febuari 2015. Paling lambat kuartal satu harus bisa komersial,” kata dia yang dikutip dari Kontan.

Sebetulnya, lanjut Dicky, perusahan yang dikomandaninya itu sudah mengantongi izin di wilayah Sumatra bagian Utara dan Aceh. Tapi, dalam tahap awal ini, perusahaan akan menjual layanannya di Sumatera Utara, yakni kota Medan, Belawan, Kualanamu, dan Binjai.

Dicky mengungkapkan, perseroan juga menyiapkansmartphone yang kompatibel dengan frekuensi 2,3 GHz. Di sini First Media membidik pelanggan sebanyak 200.000 di tahun pertamanya.

“Potensi pelanggan mencapai 500.000. Pada tahun pertama setelah launching kami harap bisa mencapai 200.000 pelanggan,” ujarnya.

Pihaknya masih belum bisa menyebutkan berapa kontribusi dari bisnis ini. Yang jelas, bisnis perseroan masih ditopang oleh layanan internet dan tv kabel berbayar. Namun, untuk bisnis 4G-LTE di Medan, perseroan berharap mendapatkan ARPU (Rata-rata pendapatan per pelanggan) sebesar Rp 80.000-Rp 100.000.