Teknopreneur.com- Banyak orang berpikir setiap kali Transjakarta terbakar, bahan bakar gas lah (BBG) yang menjadi penyebabnya. Pandangan seperti ini menurut Emanuel K, Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan DKI Jakarta memang tak bisa disalahkan. Tetapi menurutnya ada banyak hal yang bisa memicu terjadinya kebakaran bis tersebut.

Faktanya memang kebakaran saat itu dijelaskan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto seperti dilansir republika.co.id berasal dari korsleting sistem kelistrikan pada mesin.

Emanuel menghimbau masyarakat tak perlu khawatir dengan penggunaan BBG, pasalnya tahun 2015 mendatang angkutan umum yang biasa menggunakan bahan bakar minyak akan diganti menjadi bahan bakar gas (BBG). Termasuk kopaja, metromini, mikrolet, dan bajaj.

“Gubernur sudah menginstruksikan tahun 2015 semua angkutan umum harus pakai BBG,” ucap Emanuel.

Program substitusi ini diharapkan mampu menghemat penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang persediannya semakin berkurang. Terang saja dengan BBM saat ini Rp 8.500 per liter, sedangkan harga BBG sekarang sebesar Rp 3.100 per liter. Selain lebih terjangkau bagi para sopir angkutan umum, BBG ternyata juga lebih ramah terhadap lingkungan dibanding BBM.

 

Foto: citizendaily.net