Teknopreneur.com – Industri e-Commerce Indonesia menunjukan tren yang positif. Menurir riset dari VelaAsia, nilai pasar industri ini diprediksi akan mencapai US$ 25 milyar di rahun 2016, naik 3x lipat dari tahun 2013.

Namun, para pemain di induatri e-Commerce tak boleh berpuas diri dulu, terutama dengan semakin dekatnya era Asean Free Trade Area (AFTA) 2015 atau dikenal juga dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Tanpa persiapan yang kuat, bisa jadi banyak pemain lokal, terutama UKM yang relatif rapuh tak mampu menghadapi persaingan dari Malaysia, Thailand, Vietnam,  Singapura dan negara Asean lainnya.

Menanggapi masalah kesiapan para pemain e-Commerce, Budi Gandasoebrata, Direktur Veritrans Indonesia mengatakan jika melihat para pemain, mereka sudah siap. Menurutnya Indonesia memiliki banyak pemin-pemain yang kreatif. Hanya saja ia berpendapat yang perlu ditingkatkan adalah kerjasama di antara para pemain.

Di Indonesia menurutnya pola yang terbentuk masih C2C, hanya beberapa yang sudah memerapkan B2C. Meski ke depan ia optimis pasar e-Commerce Indonesia akan banyak beralih ke pola B2C.

Ia menjelaskan perubahan ini akan semakin meningkatkan kepercayaan konsumen bahwa berbelanja lewat e-Commerce ternyata aman dan menyenangkan. (FJ)