Teknopreneur.com – Jika ditanya bagaimana jika suatu saat bahan bakar minyak bukan hanya langka namun tak ada lagi di negara ini karena sulit diperbaharui. Maka jawabannya kita membutuhkan energi alternatif. Namun energi alternatif yang seperti apa yang dibutuhkan? Energi surya harganya mahal sekali, sedangkan energi  nuklir sangat berbahaya.

Biofuel menjadi solusi utama salah satunya biofuel berbahan baku algae, yang lebih menjanjikan dibandingkan dengan biofuel berbahan baku lainnya. Karena algae merupakan mikroorganisme yang lebih cepat dihasilka  baik saat fotosintesis di laut,air tawar dan sistem tanah. Alga pun bisa dipercepat pertumbuhannya dengan strain biology, kutivasi, fraksisnasi atau ekstraksi teknologi serta fuel formulasi blending.

Alga selain bisa sebagai bahan baku biofuel juga bisa mengurangi emisi karbon dioksida dan merupakan bahan baku non makanan atau biomassa non-feed sehingga tidak diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.” Alga juga memiliki produktivitas minyak yang lebih tinggi dibandingkan dengan produktivitas kelapa,”kata Ahmad Bambang Direktur Pemasaran dan Perdagangan PT Pertamina.

Mikroalga bisa menghasilkan 9.87 X bioediesel dari minyak kelapa. Mikro alga juga tak membutuhkan lahan yang lebih luas untuk membudidayakannya. Apalagi didukung dengan negara kita yang memiliki lebih dari 81.000 pulau yang bisa memproduksi alga. Jadi alga bisa jadi solusi pengganti bbm yang langka. (FJ)