Teknopreneur.com-Ada hal menarik terkait dengan kondisi iptek nasional lima tahun terakhir. Apa itu?

Iskandar Zulkarnain, Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dalam peluncuran buku saku indikator iptek 2014 mengungkapkan bahwa iptek nasional Indonesia bergerak melambat, malah dapat dikatakan stagnan.

Indikasi ini menurut Iskandar dapat dilihat dari peningkatan rasio belanja litbang nasional (GERD) terhadap PDB di tahun 2013 hanya 0,01 dari tahun sebelumnya. Saat ini nilai rasio GERD Indonesia 0,09%. Angka ini masih sangat kecil bila dibandingkan dengan negara Asean lainnya di tahun 2012 seperti Malaysia 1%, Thailand 0,25%, bahkan Singapura 21%.

Selain itu, masalah lainnya diucapkan oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir adalah pembiayaan litbang sebesar 64% masih disumbang oleh sektor pemerintah. Padahal di negara-negara ASEAN peran swasta bisa mencapai 80%.

Melihat fakta ini, Nasir berharap swasta dapat berperan lebih membantu meningkatkan peran iptek dalam pembangunan nasional.