Teknopreneur.com – Baru-baru ini, perusahaan penyedia layanan cloud asal Amerika, IBM,  telah menandatangani kontrak baru dengan perusahaan manajemen periklanan top dunia WPP. Menurut kabar yang mencuat, IBM dan WPP telah melakukan serah terima kontrak baru senilai US$1,25 miliar, dengan jenjang kontrak selama 7 tahun.

Hal tersebut, seperti yang dilansir dari Reuters, Selasa (2/12). Menanggapi hal itu, General Manager IBM  Eropa, Bart Van den Daele menyatakan,“Penandatanganan kontrak besar seperti ini melambat karena krisis euro, tetapi pelanggan di kawasan Eropa siap mengejar ketertinggalan.”

Ia pun mengatakan, ke depannya IBM melihat masih akan ada gelombang  transaksi baru yang mengacu pada kontrak komputasi awan. “Sekarang kami telah mendapatkan tiga kontrak  kerjasama baru untuk layanan cloud, yakni Lufthansa, ABN Amro dan WPP, yang munkin akan ada pelanggan berikutnya,”katanya.

IBM menjadi pembeda dari penyedia layanan cloud lainnya, karena berfokus pada layanan hybrid cloud. Dengan sistem komputer on-premise,sehinggamemungkinkan kliennya untuk memindahkan sistem public cloud menjadi ke sistem private cloud, dan sebaliknya.

Kedua klien IBM yang berada di Eropa, menuntut agar mereka membangun server di kawasan mereka, sehingga datanya akan tersimpan secara lokal dalam pusat data yang berada di Eropa. Menjawab tantangan tersebut, IBM pun akan membangun tujuh pusat data cloud di beberapa negara Eropa, seperti  London, Amsterdam, Paris, Jerman, dan  menyusul negara lainnya.