Teknopreneur.com – Menurut Consulting & Service Manager SAS Indonesia, Kristianus Yulianto,“Seluruh sektor membutuhkan business analytic. Hal tersebut, dilakukan untuk dapat memenangkan persaingan, tidak hanya dinilai dari seberapa besar data yang dimiliki, tetapi juga lebih kepada kemampuan untuk mengolah dan memanfaatkan data tersebut menjadi lebih bermanfaat untuk mengenali kebutuhan konsumen serta untuk memaksimalkan produktifitas yang berkelanjutan.”

Sektor industri mana sajakah yang menggunakan business analythic dalam menjalankan usahanya atau sebagai sistem dalam kegiatannya? Menanggapi hal itu, Ia pun mengatakan, “Ada 12 sektor industri yang menggunakan business analythic, antara lain perbankan, asuransi, perusahaan ritel, manufaktur, otomotif, telekomunikasi, pemerintahan, pertahanan, migas, olahraga, transportasi, dan industri utilities.”

Lebih lanjut, ia menjelaskan, business analythic dapat membantu institusi untuk menyelesaikan permasalahan kompleks, meningkatkan kinerja serta mendorong pada terciptanya inovasi. Solusi ini juga dapat digunakan untuk merencanakan dan mengantisipasi perubahan, serta mengatur dan mengurangi risiko bisnis yang ada.