Teknopreneur.com – Bitcoin sebagai mata uang digital yang telah diperkenalkan  sejak 2009, dan saat ini mulai banyak digunakan untuk transaksi online sebagai pengganti uang tunai. Namun, dibalik kecanggihan teknologi bitcoin terselip risiko, baik pencucian uang ataupun bitcoin Ilegal, sehingga banyak perusahaan takut untuk menggunakan uang digital tersebut.

Bank HSBC baru-baru ini, telah memutuskan untuk tidak bekerja sama lagi dengan Global Advisor, yang telah menginvestasikan dana untuk pembuatan uang digital atau bitcoin.

Hal tersebut, seperti yang dikutip dari BBC, Senin (1/12). HSBC menyatakan, “Ini bukanlah persoalan pelanggan, tapi ini tentang kesepakatan yang telah berkahir dengan client.”

Menanggapi hal itu, salah seorang dari Global Advisor, Daniel Masters menyatakan bahwa bank khawatir akan adanya risiko pencucian uang.  “Pengembangan mata uang digital itupun terancam gagal, lantaran tidak boleh dipublikasikan,” katanya

Lebih lanjut ia mengungkapkan,  langkah yang diambil oleh HSBC merupakan langkah yang salah. Akan tetapi, yang mengenai kurangnya regulasi yang mengatur bitcoin, kekhawatiran tentang potensi pencucian uang dan aktivitas ilegal lainnya, menjadi faktor kekhawatiran HSBC untuk mulai bermain dalam transaksi bitcoin.

Dimana pada bulan Oktober 2013, FBI menutup perusahaan e-commerce yang menjual obat-obatan, Silk Road, karena dianggap melakukan transaksi illegal, serta dituduh melakukan tindak pencucian uang. Melihat kasus tersebut, seorang juru bicara HSBC mengatakan,“Dalam meninjau portofolio kami, kami telah mengidentifikasi sejumlah hubungan yang tidak memenuhi kriteria strategis kami.