Teknopreneur.com – Perusahaan penyedia layanan musik digital iTunes, Apple, melakukan pembelaan diri terhadap tuduhan memonopoli pasar pemutar musik digital. Jika kepala pengadilan telah memberikan vonis dalam kasus tersebut, alhasil Apple terancam denda US$1 miliar.

Hal tersebut, seperti yang dikutip dari BBC, Selasa (2/12). Dalam pengujian kasus tersebut, pengadilan yang berada di Oakland, California, melakukan class action untuk membuktikan kebenaran kasus manipulasi tersebut.

Class action yang berlangsung dalam pengadilan tersebut berjalan alot, karena dikuti juga oleh sejumlah orang  yang membeli iPod sejak tahun 2006 hingga 2009 merasa telah dibohongi. Mereka mengatakan pada tahun 2006, iTunes sedang melakukan sebuah pembaharuan dan dilaporkan iTunes hanya bisa dimainkan di perangkat iPod saja, hal itu seakan menjadi pembatas bagi perangkat lainnya.

Penggugat itu pun, menuntut ganti rugi sebesar US$350 juta atau sepertiga dari denda yang dillayangkan pengadilan atas peristiwa tersebut. Apple pun langsung membantah  dengan memberikan pernyataan bahwa pembaharuan software tersebut ditujukan untuk produk yang asli saja, dan hal itu bukanlah tindakan anti-kompetitif.

Namun, yang menjadi menarik adalah seorang hakim AS yang menyatakan, “Menolak denda yang harus dibayarkan Apple hanya sebesar US$324,5 juta,  itu terlalu kecil.” Sementara itu, Apple keberatan dan menyatakan, pasar musik digital pada tahun 2006 hanya sebesar 3%, jadi  tidak masuk akal, jikalau harus membayar sesuai permintaan pihak pengadilan tersebut.