Teknopreneur.com – Sony Pictures Entertainment, pekan lalu telah mengalami serangan hacker pada stasiun televisi dan filmnya. Kasus pembajakan itu pun, saat ini tengah diselidiki untuk mengetahui siapa dalang dibalik semua peristiwa tersebut, dan Sony menganggap serangan cyber itu ada kaitannya dengan Korea Utara.

Hal tersebut, seperti yang dilansir dari laman Reuters, Sabtu (29/11). Serangan itu terjadi, sebulan sebelum Sony Pictures merilis film terbarunya yang berjudul The Interview. Film tersebut, mengisahkan dua orang wartawan yang direkrut oleh CIA untuk membunuh Presiden Korea Utara, Kim Jong Un.

Menanggapi hal itu, pemerintah Pyongyang, mengecam film tersebut sebagai tindakan terorisme, yang dapat memicu peperangan. Sebagaimana hal itu, tertulis dalam surat yang dilayangkan kepada Sekretaris Jenderal PBB perwakilan dari Korea Utara, Ban Ki-moon, pada bulan Juni lalu.

Sistem komputer Sony Pictures menjadi down pada hari Senin, minggu lalu. Sebelumnya, layar komputer mereka menjadi gelap, kemudian muncul gambar tengkorak merah diikuti frase ‘Hacked By #GOP”, seperti yang dilaporkan oleh Los Angeles Times.

Menurut sebuah sumber yang membahas masalah ini mengatakan kepada Reuters, bahwa Sony Pictures sedang menyelidiki setiap kemungkinan, dan telah ditemukan ada link ke Korea Utara.

KCNA, kantor berita resmi Korea Utara, mengutip pernyataan dari juru bicara Kementerian Luar Negeri pada bulan Juni lalu, “Dengan tegas menolak” jika film tersebut benar-benar dirilis. Selain itu, menurut laporan Voice of America, pemerintah Korea Utara juga menulis sebuah surat kepada Presiden AS Barack Obama, yang berisikan permintaan untuk menghentikan film tersebut.