Teknopreneur.com – Dengan perkembangan teknologi pertanian yang semakin canggih saat ini, telah mampu meningkatkan produktifitas pangan. Namun, apakah petani Indonesia siap akan hal itu?

Menurut Kepala Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian, Badan Litbang Pertanian, ir. Rudi Tjahjohutomo,“Mau tidak mau, agar tidak digilas oleh kemajuan teknologi negara lain dalam sistem global, maka pertanian Indonesia harus melangkah ke teknologi modern.”

Ia pun menyatakan, saat ini Balitbangtan sudah dan akan menuju pertanian modern yang diperkuat oleh sarana laboratorium untuk new emerging technology. “Hal yang perlu dilakukan adalah dengan memberikan edukasi terhadap para petani Indonesia, untuk dapat mengaplikasikan teknologi modern sebagai penggunannya, serta adanya pengawalan dari para penyuluh pertanian yang handal,”ujarnya.

Kemudian ia menambahkan, Inovasi teknologi hasil penelitian litbang, nantinya bakal dihilirkan melalui sistem Research Extension Linkages. Dimana, hasil penelitian tersebut akan disalurkan ke penyuluh dan petani melalui BPTP Provinsi.

Ia pun menuturkan,“Adapun hasil penelitian  yang dapat digunakan secara massal atau bahkan dikomersilkan oleh industri, kemudian akan dihilirkan‎ kepada Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian (BPATP) yang merupakan unit pelaksana teknis Balitbangtan. Dan untuk lebih mempercepat inovasi kepada petani, maka ahli rekayasa sosial (social engineering) tentulah sangat diperlukan.”