Teknopreneur.com- Rini Soemarno, Menteri BUMN menginginkan semua perusahaan di bawah pimpinannya memberikan pelaporan yang transparan. Salah satunya dengan penggunaan sistem serba elektronik.

Dirinya sangat menyadari untuk membesarkan kementerian yang dipimpinnya itu, membutuhkan dukungan IT yang handal agar mampu mendukung proses bisnis diberbagai aspek, mulai produksi, supply chain, pemasaran, keuangan dan aspek lainnya.

IT saat ini memang tidak lagi menjadi fungsi support saja, tetapi sudah menjadi fungsi utama untuk menjalankan sebuah bisnis

Rini bahkan berharap agar perusahaan di jajaran BUMN dapat meniru PT Semen Indonesia yang membangun sendiri sistem ict-nya.

“Mereka sudah bisa memberikan informasi keberadaan barang secara online dan realtime,” ungkap Rini yang ditemui teknopreneur.com.

Ia bahkan mengintruksikan agar perusahaan-perusahaan BUMN , seperti PT. Pusri misalnya untuk bisa membangun sistem mereka sendiri.

“Jadi kita bisa cepat mengetahui daerah mana yang kekurangan pupuk dan segera menanganinya,” jelas Rini

Di dalam hal ict ditataran BUMN. PT Semen Indonesia boleh dibilang sebagai inovator. Untuk memberi ruang pengembangan sekaligus tantangan yang lebih besar bagi tim ICT, PT Semen Indonesia  kemudian membentuk anak usaha di bidang ICT dengan nama PT Sinergi Informatika Semen Indonesia
(SISI).

PT SISI juga menyediakan jasa outsourcing ICT, sebagai one stop solution provider, dimana seluruh kebutuhan layanan ICT meliputi operational support, business solution delivery, hingga tata kelola ICT,

Target omset yang ditetapkan dalam waktu 3-5 tahun ke depan adalah sebesar Rp300 milyar. Dan Untuk mencapai target tersebut PT SISI akan fokus pada Semen Indonesia Group sebagai customer base-nya. Serta mengembangkan pasar utama untuk perusahaan kelas menengah-atas dan BUMN. (FJ)