Bioetanol Takkan Mungkin Terealisasi Tahun Ini. Mengapa?

53

Teknorpeneur.com-Beberapa waktu yang lalu, para pengusaha biofuel teriak kepada pemerintah untuk menerapkan mandatori penggunaan Bahan Bakar Nabati (BBN). Meski begitu, ternyata pemerintah pesimis terhadap aturan tersebut terealisasi di tahun ini. Apa pasal? Berdasarkan pernyataan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dilansir dari kontan.co.id, kegagalan ini disebabkan lantaran harga beli BBN atau harga indeks pasar (HIP) dianggap terlalu murah oleh produsen BBN.

Para produsen berdalih bahwa harga yang ditawarkan pemerintah tak sesuai dengan kalkulasi mereka. Harga yang pemerintah tawakan, masih di bawah harga produksi. Maka wajarlah, jika penerapan mandatori BBN, khususnya bioetanol akan sulit tercapai.

Kendati begitu, pemerintah akan berjanji akan menaikan harga. Hal itu, sesuai Keputusan menteri ESDM Nomor 3784/2014 dengan patokan harga Argus plus margin 14% yang telah ditetapkan pada September lalu.

Jika menelisik lebih jauh, kewajiban pemanfaatan BBN, telah  tercantum dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 20/2014 tentang perubahan kedua Permen ESDM Nomor 32/2008 tentang penyediaan, pemanfaatan, dan tata niaga BBN sebagai bahan bakar lain. Di tahun ini, keputusan itu meminta distributor BBM mencampur bioetanol sebanyak 0,5% untuk usaha mikro dan BBM premium subsidi.

Sedangkan pemanfaatan bioetanol untuk BBM non subsidi seperti Pertamax, Super Shell, Performance 92, maupun BBM untuk kebutuhan industri kewajiban pemanfaatannya sebesar 1%. Nah, dengan kewajiban itu, pemerintah menargetkan pemanfaatan bioetanol di dalam negeri pada tahun 2014 ini bisa 164.800 kiloliter (kl).