Teknopreneur.com – Setelah Jakarta Digital Valey resmi dibuka pada hari Selasa (25/11), Plt Presiden Direktur PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk  (Telkom) menyampaikan, dalam dua bulan ke depan aplikasi-aplikasi dan konten-konten kreatif dari Jakarta Digital Valley, diharapkan sudah membanjiri store atau market di berbagai platform yang populer di masyarakat dan menjadi trend bagi masing-masing operating system, seperti Andorid, Blackberry dan iPhone.

Dalam mencapai target tersebut, tentunya amat dibutuhkan dana inkubasi teknis dan bisnis bagi para komunitas. Oleh sebab itu, kata dia, selain bekerjasama dengan venture capital global seperti Silicon Valley, Telkom juga telah berkomitmen untuk menanamkan investasi sampai dengan Rp50 miliar untuk dua tahun ke depan.

“Dana tersebut untuk mendukung seluruh aktivitas, baik untuk Bandung Digital Valley (BDV), Jogja Digital Valley (JDV), Jakarta Digital Valley (JakDiva), dan Valley lainnya yang akan muncul nantinya,” ungkapnya.

Sementara itu, menurutnya, di Amerika dana yang disumbangkan untuk industri kreatif bisa mencapai US$504 miliar per tahunnya. Oleh karena itu, Indra Utoyo berharap dengan kehadiran Digital Valley dapat membantu menyiapkan industri kreatif digital di Indonesia untuk dapat bersaing dengan pelaku industri kreatif digital dari luar negeri.