Teknopreneur.com – Ketua iDea, Daniel Tumiwa memprediksi jika pasar di luar pulau Jawa seperti Sumatera dan Sulawesi juga akan mengalami pertumbuhan pengguna e commerce. Bahkan, jika prediksi itu terjadi, maka bisa saja di lima tahun mendatang, e-commerce akan tumbuh 10 kali lipat dari 3 persen menuju 30 persen. “Kami perkirakan akan tumbuh 10 kali lipat di lima tahun mendatang,” ungkapnya saat di acara Startup Asia di Jakarta.

Senada dengan Managing Partner IdeoSource, Andi S. Budiman yang mengatakan bahwa pasar di Indonesia sangatlah potensial sehingga wajar banyak bermunculan pemain-pemain e-commerce baru. “Bahkan beberapa di antaranya telah melakukan konsolidasi dan mencari pendanaan yang lebih besar, misalnya OLX dengan Berniaga dan Tokopedia yang baru-baru ini mendapatkan investasi triliunan rupiah,” ungkapnya saat dihubungi teknopreneur.com.

Menurutnya, pasar yang potensial ini tidak hanya diperlukan ketajaman strategi saja, melainkan membutuhkan dana yang besar. Jadi, kata dia, wajar jika beberapa pemain e-commerce melakukan sinergi untuk membesarkan modalnya. “Ada beberapa indikatornya, pertama pasar potensial, pemain yang mulai bermunculan, payment gateway, dan investasi logistik,” tuturnya

Begitu juga dengan pendapat founder sekaligus CEO Ralali.com, Joseph Aditya yang melihat industri e-commerce khususnya market place akan membutuhkan modal besar. “Karena poin investasi besar di market place itu adalah website-nya. Itu mesin dari market place,” ujarnya. Melihat hal itu, Andi, pun memprediksikan bahwa pada 2020, e-commerce Indonesia akan menjadi raksasa.