Teknopreneur.com- e-Logistics di Indonesia, sebenarnya bukan hal yang baru. Zaroni, Senior Consultant – Supply Chain Indonesia (SCI) dan Kepala Divisi Perencanaan dan Pengembangan Bisnis, PT Pos Logistik Indonesia mengatakan penerapan e-Logistics di Indonesia sudah lama dimulai, meski pada tataran mikro perusahaan dan masih parsial, belum terintegrasi dalam sistem e-Logistics

Ia menjelaskan perusahaan sudah mulai menerapkan e-Procurement untuk aktivitas logistik in-bound dari pemasok ke perusahaan, dan e-Commerce untuk aktivitas logistik outbound dari perusahaan ke konsumen. Pada pelayanan birokrasi kepabeanan sudah lama diterapkan Electronic Data Interchange (EDI) untuk kemudahan proses ekspor dan impor barang.

Akan ada banyak manfaat bagi pelaku logistik ketika telah menerapkan e-Logistics, karena tak hanya memberikan efisiensi biaya bagi penyedia jasa logistic tetapi juga berdampak bagi konsumen secara keseluruhan, mereka dapat menikmati ketepatan produk dengan harga yang lebih murah.

Tak hanya itu, implementasi e-Logistics secara intensif di perusahaan-perusahaan dan pemerintahan baik sebagai pelaku logistik maupun penyedia jasa logistik (logistics service provider) akan mampu memberikan nilai tambah bagi produk-produk Indonesia baik untuk konsumsi dalam negeri maupun untuk orientasi ekspor.  Nilai tambah ini terletak pada ketepatan: waktu, penerima, kuantitas, kualitas, dan harga. 

Secara keseluruhan Zaroni menggambarkan, penerapan e-Logistics ini akan meningkatkan daya saing produk-produk asal Indonesia melalui enam hal. Yang pertama, memudahkan aktivitas tracing dan tracking posisi barang. Kedua, memudahkan proses administrasi, standardisasi, dan simplifikasi data. Ketiga, semua bagian atau pihak yang terlibat dalam sistem logistik dan SCM dapat mengakses satu versi data tunggal, sehingga validitas data dapat lebih terjamin. Keempat, meningkatkan kecepatan produk tiba di pasar. Kelima, membantu respon secara cepat untuk menyesuaikan jenis dan model produk terhadap perubahan pasar, terutama untuk produk-produk yang terkait dengan gaya hidup dan fashion. Dan yang terakhir adalah akses pasar semakin luas dan dapat mengaksesbest practice dalam beragam aktivitas bisnis. (FJ)

 

Foto:http:business24.ch