Teknopreneur.com – VMware Inc pemimpin global pasar virtualisasi dan infrastruktur cloud, mengumumkan kotmitmen mereka untuk membangun software-defined enterprises untuk pasar bisnis di Indonesia. Sebagai upaya dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan kesempatan di era mobile-cloud, VMware meluncurkan solusi-solusi terbaru produk software-defined data center, manajemen cloud, dan end-user computing.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap hasil temuan terbaru oleh VMware yang mengungkapkan bahwa bisnis di Indonesia memiliki pandangan yang positif terhadap bisnis adopsi teknologi di dalam kategori virtualisasi tingkat tinggi dan diprediksi akan bertambah lebih dari dua kali lipat, dari 15% menjadi 32% di dalam dua tahun ke depan.

Sebanyak 1.090 bisnis, para manajer TI dan pembuat keputusan telah berpartisipasi dalam penelitian yang dilakukan dari bulan September sampai dengan Oktober 2014 ini. Apalagi dengan adanya laporan dari IDC “Empowering Organizations in a Software Defined World”, yang dituliskan dengan otorisasi dari VMware di bulan Oktober 2014, mengungkapkan bahwa bisnis di Indonesia dapat mengurangi biaya sebesar USD1.6 milyar dalam rentang waktu tahun 2003–2020 sebagai akibat langsung dari virtualisasi pada compute, storage, dan networking, dan menggunakan pendekatan software-defined dalam mengatur TI. 

Penghematan ini menurut IDC Datacenter Economies Index berasal dari empat bidang utama yaitu perangkat keras (USD802 juta), real estate/pemeliharaan (USD15 juta), administrasi (USD207 juta), dan daya serta pendinginan (USD 217 juta) dalam rentang waktu hanya dari tahun 2014–2020.

Sudev Bangah, Associate Research Director and Head of Operations IDC Indonesia mengatakan bahwa kemampuan yang lebih baik lagi dalam memanfaatkan nilai dari datacenter akan menjadi poin pembeda yang sangat penting di tahun 2015 dan setelahnya. IDC Datacenter Economies Index terbaru meyakini nilai penghematan sebesar USD1.6 milyar akan menaikan potensi sebuah bisnis dan fleksibilitasnya dalam berinvestasi, juga cadangan kekayaan yang dapat dipergunakan lebih baik dalam pasar yang sangat terbatas dalam segi sumber daya.

Andreas Kagawa, country manager VMware Indonesia menjelaskan bahwa sejalan dengan masterplan Indonesia yang mengedepankan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi sebagai pilar utama dalam mendorong perkembangan ekonomi Indonesia, pihaknya percaya bahwa pendekatan TI dan software-defined enterprise di pembangunan infrastruktur akan dapat berperan sangat penting dalam memungkinkan bisnis di Indonesia untuk menjadi lebih lincah dan efisien. 

Menurutnya, dengan dorongan yang  besar bagi bisnis di Indonesia untuk menaikkan produktivitas maka peluncuran teknologi yang didukung software-defined data center tidak hanya dapat memperkuat efisiensi sumber daya dan penghematan biaya namun juga memungkinkan bisnis menggunakan teknologi ini untuk mengotomasi proses dan pada akhirnya memungkinkan pertumbuhan bisnis itu sendiri.