Teknopreneur.com –Kebutuhan energi yang efisien sepertinya menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi oleh berbagai negara di ASEAN, tak terkecuali Indonesia. Yang kini sedang melakukan berbagai upaya meminimalisir pengguna energi melalui perusahaan Energy Service Company (ESCO).

Menurut Steve Piro CEO Synergy Eficiency Solution, ESCO bukan lah bank melainkan perusahaan yang bergerak dalam usaha di bidang peningkatan efisiensi (Energy Services Company) di Indonesia. ESCO juga selain sebagai instrument penting untuk mendorong kebutuhan energi yang efisien juga berperan dalam hal kebijakan pemerintah di dalam penetapan harga energi dari minyak, gas, hingga listrik serta mendukung kebijakan lain baik dalam bidang perpajakan maupun pendanaan.

Meski ESCO dinilai masih belum berpengalaman di Indonesia, namun ESCO akan tetap diterapkan oleh pemerintah Indonesia berkiblat dari ESCO yang dilaksanakan dibeberapa negara tetangga salah satunya Jepang. Negara Matahari ini memberikan insentif bagi investor yang mengelola ESCO berupa subsidi sebesar 1/3 dari investasi yang ditanamkan program ESCO.

Selain itu di Thailand penerapan ESCO sudah dijalankan, yang hasilnya pendapatan industri di Thailand mengalaim peningkatan.  Pemerintah Thailand menerapkan ESCO dengan memberikan insentif keuangan bagi investor yang mengelola ESCO berupa tingkat bunga yang khusus, misalnya untuk dana bergulir bunganya hanya 0,5%. Sedangkan untuk pinjaman dari institusi keuangan bunganya di bawah 4%.

Selain itu  juga diberikan insentif perpajakan, antara lain pengurangan pajak pendapatan sebesar 125% dari biaya investasi pada sektor efisiensi energi, pengurangan pajak pendapatan dengan penghematan energi aktual, dan pembebasan pajak pendapatan perusahaan dan bea masuk untuk peralatan manufaktur yang menunjang efisiensi energi. (FJ)