Teknopreneur.com- Para peneliti dari Indonesia dan Australia bekerja sama di Brisbane, Queensland untuk mengidentifikasi bagaimana format media sosial dapat digunakan untuk melibatkan masyarakat dalam pengembangan kebijakan sosial.

Hal ini dikabarkan oleh Queensland Government bahwa tim peneliti tersebut termasuk kandidat doktor Rido Panjaitan yang saat ini sedang cuti dari posisinya di Kementerian Keuangan Republik Indonesia untuk mengambil gelar doktoral di Queensland University of Technology (QUT) akan mengidentifikasi kendala-kendala utama dan faktor-faktor keberhasilan yang dapat menggiring pemerintah menuju era e-governance, khususnya di Indonesia.

“Pemerintahan yang baru siap untuk melakukan reformasi besar-besaran di sektor kesehatan dan pendidikan. Penelitian saya akan menyelidiki bagaimana instansi pemerintah terkait menggunakan platform media sosial untuk meningkatkan partisipasi publik dalam proses reformasi tersebut,” jelas Rido.

Peneliti-peneliti QUT di industri kreatif juga bekerja sama dengan organisasi-organisasi di Indonesia dalam mengembangkan penggunaan digital untuk kesehatan masyarakat di Indonesia.

Para peneliti berharap mereka dapat mengkaji bagaimana para petugas kesehatan masyarakat di pulau Bali dan Sulawesi menggunakan perangkat media mobile untuk memberikan pendidikan tentang pencegahan HIV serta mengawasi tes sukarela, memberi dukungan dan konseling bagi mereka yang menjalani pengobatan untuk mencapai hasil kesehatan yang positif. Penelitian ini akan didanai oleh Australian Research Council (ARC).