Teknopreneur.com- Queensland akan meningkatkan ekspor daging sapi ke Indonesia, hal ini didorong oleh besarnya jumlah izin impor daging sapi Australia yang diterbitkan pada kuartal ini oleh pemerintah Indonesia.

Jadi tak perlu heran jika beberapa bulan mendatang banyak terlihat daging sapi dari Queensland yang memenuhi rak toko di Indonesia, karena Pemerintah Indonesia telah menambah hampir dua kali lipat jumlah izin impor sapi Australia sejak bulan Oktober.

Partogi Pangaribuan, Direktur Jenderal Kementerian Perdagangan Republik Indonesia untuk perdagangan internasional, mengumumkan pada bulan September 2014 bahwa saat Indonesia tengah meningkatkan jumlah sapi Australia yang biasanya diimpor di kuartal terakhir sehingga mereka dapat menambah simpanan untuk kuartal pertama tahun depan.

Kementerian Perdagangan Indonesia berharap dapat menerbitkan izin untuk mengimpor 264.000 ekor sapi pada kuartal keempat tahun ini-sebuah peningkatan yang signifikan dari perkiraan awal sekitar 136.000 ekor.

Partogi mengatakan Indonesia perlu menyiapkan “stok penyangga” daging sapi dalam negeri untuk mengantisipasi lonjakan permintaan daging sapi Australia dan ternak dari negara lain. Dia cukup yakin hubungan Indonesia dengan peternak Australia dan posisinya secara geografis membuat Indonesia menjadi pembeli yang lebih diutamakan meskipun ada permintaan yang kuat dari negara-negara seperti Tiongkok dan Amerika Serikat.

Indonesia memang merupakan pasar yang penting bagi Australia. Bagaimana tidak?  Negara kita menerima sebagian besar komoditas ekspor pertanian Australia senilai lebih dari AUD 1 miliar per tahun, dan merupakan tujuan utama ekspor hewan hidup (tidak termasuk seafood) dari Australia dengan total AUD 308 juta pada tahun 2013. Daging sapi dan sapi ekspor dari Australia ke Indonesia pada tahun 2014 diperkirakan akan meningkat 27 persen dari tahun ke tahun hingga mencapai 50.000 ton swt (shipped weight).