Teknopreneur.com– Perkembangan  pasar e-Commerce di Indonesia sangat menggembirakan. Hal ini diakui oleh Tabah Yudhananto, Digital Marketing Manager Blibli.com. Pada kuartal III ini, sudah tumbuh tiga kali lipat dari tahun lalu.

Pada awal berdiri di tahun 2011, Blibli.com menawarkan 3.000 – 5.000 produk. Di awal 2014, angka tersebut sudah mencapai lebih dari 50 ribu produk. Jumlah merchant partner yang bergabung pun meningkat dari 10–20 menjadi lebih dari 800.

Costumer Blibli.com sendiri ternyata didominasi oleh kaum lelaki. Rata-rata besar transaksi yang dilakukan pelanggan pria di Blibli.com mencapai Rp1,7 juta, lebih besar daripada pelanggan wanita yaitu Rp1,3 juta.

Fakta ini dijadikan sebagai peluang untuk memperbesar pasar bagi kaum wanita dengan mencoba menyediakan lebih banyak kebutuhan untuk wanita, seperti fashion, busana muslim, dan aksesoris.

Namun, meski pasar e-Commerce tumbuh secara positif, menurut Yudhananto masih ada hal-hal yang perlu tingkatkan lagi untuk membesarkan pasar e-Commerce Indonesia. Ia menggambarkan jika membandingan dengan luar negeri, ada beberapa faktor yang khas Indonesia antara lain tingkat kepercayaan costumer e-Commerce di Indonesia yang sepenuhnya belum percaya pada bisnis online. Banyak yang masih takut tertipu, takut uang mereka hilang, atau data kartu kreditnya dicuri. 

Pihak Blibli sendiri memiliki cara khusus untuk meningkatkan kepercayaan costumers yaitu dengan memberikan update informasi pengiriman barang sampai diterima, juga memberikan loyalti program dengan benefit-benefit khusus kepada mereka.

Yang kedua adalah koneksi broadband yang belum mendukung. Saat ini dikatakan  Yudhananto dengan semakin tingginya jumlah smartphone di Indonesia, banyak orang melakukan pembelian melalui smarthphone. Koneksi ini amat penting bagi bisnis e-Comerce, apalagi ketika costumer sedang melakukan transaksi koneksi harus benar-benar bagus.

Sementara yang ketiga adalah peningkatan kinerja logistik,  Digital Marketing Manager Blibli.com  ini mengatakan saat ini sudah  kinerja logistik dalm e-Commerce sudah membaik. Akan tetapi, harus ada regulasi yang mengatur lebih lanjut. Misal permasalahan pengiriman cairan ke luar kota seperti parfume yang harus diperlakukan secara khusus, juga masalah pembayaran tambahan pengiriman ke luar kota yang nantinya akan ditanggung oleh  costumer, pihak e-Commerce atau keduanya.

 

Foto: searchinsights.com