Teknopreneur.com – Nampaknya negeri ini memang belum begitu perhatian dengan inovasi. Pasalnya, masih banyak lembaga pemerintahan yang hanya memberikan dana penelitian lebih kecil dibandingkan dana operasional. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Akhmadi. Menurutnya, dana penelitian yang berada dilingkup LIPI hanya sekitar 30 persen saja dari total dana setiap tahunnya. “Sisanya operasional dan termasuk gaji pegawai,” begitu kata dia.

Dirinya pun mengakui bahwa dana riset memang sepantasnya tidak minim. Ini karena riset, kata dia, adalah kegiatan yang long term yang imbasnya tidak bisa dirasakan cepat. Sehingga wajarlah ketika riset harus memiliki dana yang besar. “Memang ada beberapa riset yang hasilnya bisa dirasakan. Namun selebihnya, butuh waktu, pematangan, dan dana yang besar,” ungkapnya. Maka dari itu, dirinya pun berharap agar pemerintah memperhatikan betul riset-riset teknologi sebagai bagian dari pertumbuhan ekonomi bangsa.

Sebagai kandang para peneliti, LIPI, tak perlu diragukan lagi inovasi-inovasinya yang setiap tahun selalu muncul. Dikatakan oleh, Akhmadi, setiap tahunnya ada 200 inovasi baru namun sayangnya dari terobosan baru itu, belum banyak industri yang melirik untuk menggunakannya. “Terus terang, untuk soal penelitian, kami rutin membuat inovasi. Bahkan, kami targetkan. Tapi, belum banyak industri yang mau menggunaknnya. Bisa jadi mereka pun kurang tahu dengan inovasi-inovasi yang kami buat,” paparnya. Oleh karena itu, dirinya pun berharap selain dana riset yang perlu diperhatikan kembali, peran pemerintah terhadap inovasi harus menjadi jembatan antara innovator dengan industri. “Itu yang mestinya dilakukan,” tutupnya.