Teknopreneur.com – Perusahaan software keamanan terkemuka, Symantec, telah menemukan malware canggih yang berbahaya dalam bentuk perangkat lunak. Symantec menyatakan, “Malware yang bernama, Regin, disangkakan sebagai software buatan kalangan pemerintah ini, telah digunakan selama enam tahun terhadap negara-negara di seluruh dunia,”Seperti yang dilansir dari BBC, Minggu (23/11).

Setelah software tersebut diinstal pada sebuah komputer, dapat melakukan hal-hal, seperti screenshot capture, mencuri password, atau memulihkan file yang telah dihapus. Menaggapi hal tersebut, para ahli mengatakan, yang paling banyak terkena malware tersebut berada di wilayah Rusia, Arab Saudi dan Irlandia.

Para ahli pun menyatakan, kecanggihan perangkat lunak juga bisa menjadi alat spionase cyber yang yang berbahaya. Saat ini,  malware tersebut tidak hanya memata-matai organisasi pemerintahan saja, tetapi juga terhadap perusahaan-perusahaan bahkan hingga ke individu.

Kemudian seorang analis Symantec, Sian John mengatakan,“Sepertinya itu berasal dari sebuah organisasi Barat jika dilihat dari tingkat keterampilan dan keahlian dan juga dari lama waktunya dimana ia dikembangkan. Symantec menduga, Regin ini mirip seperti Stuxnet, yang merupakan sebuah worm komputer dan diduga telah dikembangkan oleh AS dan Israel, untuk memata-matai program nuklir Iran.