Teknopreneur.com- Tidak ada yang pasti selain datangnya kematian. Tapi ternyata ada ketidakpastian lain loh!  Yaitu ketidakpastian tentang pemadaman layanan cloud. Kepala strategi keandalan Microsoft, DavidBills, menulis bahwa kegagalan layanan cloud tak bisa dihindari. Microsoft Azure mengalami pemadaman di seluruh Amerika Serikat, Eropa, dan bagian Asia.

Tapi masalahnya, mengapa penyedia layanan cloud sering tidak memberikan respon yang baik kepada pelanggan?

Padahal, Amazon, Microsoft, dan Google berjuang mati-matian untuk memenangkan bisnis cloud, dan sebenarnya responsif mereka kepada pelanggan selama pemadaman bisa menjadi pembeda utama diantara mereka.

Amazon Web Services dan Microsoft Azure memiliki situs statusnya untuk menjaga pelanggan cloud mereka untuk memberitahu ketika ada masalah terjadi. Tapi nyatanya halaman tersebut tidak selalu up to date.

Yah mungkin Google akan hadir dengan layanan cloud yang lebih baik. Tapi saat ini masih dalam tahap pengujian dengand ashboard status Google Cloud Platform.

Pelanggan mengalami masalah layanan pada Selasa (18/11)dan menunggu respon di situs Azure untuk memberi jawaban, hingga akhirnya muncul pula twitter untuk mengekspresikan kemarahan . Dan  Microsoft baru merespon 30 menit kemudian.

Setelah mengakui  adanya  kesalahan, Microsoft berjanji melakukan pembaruan dalam 60 menit. Ketika mengalami permasalahan dalam layanan, satu jam tanpa status update tampaknya  menjadi waktu yang menyebalkan. Dan lebih buruknya, seperti yang dilaporkan Infosys bahwa lebih dari 80 persen dari organisasi besar menggunakan atau berencana untuk menggunakan aplikasi mission-critical di cloud.

Sebuah halaman yang tidak memberikan update informasi bisa lebih menyebalkan dari pada kelangkaan informasi. Akhirnya pesan dari tim Azure meyakinkan pengguna.

“Semua baik! Semuanya berjalan baik,” Microsoft masih menyelidiki  masalah yang terus mempengaruhi Azure VMS di Eropa.

Seorang penguna, Ray Suelzer mengatakan bahwa ia belum mendapatkan e-mail permintaan maaf untuk pemadaman. “Kami memahami jika ada gangguan di sistem cloud, tapi seharusnya ada respon yang baik untuk mengatasi masalah ini.”

Masalah gangguan seperti ini sebenarnya wajar, Amazon  misalnya, penyedia cloud nomor satu itu juga tidak asing dengan pemadaman-terutama pada waktu liburan. Namun, pihak penyedia harusnya dapat memberikan informasi jika terjadi masalah dalam layanan cloud mereka, sehingga pelanggan dapat mengambil langkah-langkah untuk menghadapi pemadaman cloud, termasuk mengkonfigurasi sistem untuk keamanan dengan menggunakan beberapa zona yang tersedia.

Foto: microsoft-news.com